0

SOSIALISASI RENCANA AKSI DAERAH PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA (RAD-GRK) PROVINSI PAPUA BARAT BERBASIS LAHAN DAN ENERGI TAHUN 2016

p_20161129_142138_hdrx

Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) merupakan bagian Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) yang tidak terpisahkan dan penjabaran teknis rencana pembangunan khususnya dalam merespon terhadap perubahan iklim. Koordinasi RAD GRK untuk menjadi bagian RAN GRK yang dilaksanakan melalui kerangka NAMAs (Nationally Appropriate Mitigation Actions), termasuk penentuan rencana aksi yang diperuntukkan untuk mencapai target penurunan emisi -26% dan -41% dilakukan oleh pemerintah pusat dikoordinasikan oleh BAPPENAS. Diamana, ruang lingkup pemerintah daerah (provinsi dan juga kabupaten-kota) memiliki potensi dan sumber emisi lokal serta kewenangan penuh secara administratif maupun teknis (misalnya untuk menyusun BAU Baselinem, skenario mitigasi dan usulan-usulan opsi mitigasi), dan yang termasuk ke dalam kategori ini misalnya adalah bidang pengelolaan limbah.

Berkaitan dengan hal tersebut Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua Barat menggelar Sosialisasi Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) Provinsi Papua Barat Berbasis Lahan dan Energi Tahun 2016, berlangsung di Hotel Oriestom Manokwari Selasa, (29/11).

Dasar hukum kegiatan tersebut adalah Peraturan Presiden No. 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN – GRK) dan Peraturan Gubernur Nomor 17 Tahun 2013 tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK).

Dalam Sambutan Kepala Bappeda Provinsi Papua Barat yang disampaikan Kepala Bidang  Pengembangan Penelitian dan Statistik, Ir. Totok Mei Untaro, M.Sc mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) Provinsi Papua Barat memang belum maksimal, tetapi secara umum sudah memberikan dampak, terutama dalam penyusunan program kegiatan yang rendah karbon.

Lebih lanjut Kepala Bappeda Provinsi Papua Barat mengatakan bahwa di dalam dokumen RAD-GRK Provinsi Papua Barat yang telah disusun sebelumnya, Provinsi Papua Barat hanya terfokus pada sektor lahan (landbase), namun dengan berjalannya waktu sektor limbah dan energi mulai memberikan dampak pada kontribusi emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, pada tahun 2016 ini, Bappeda Provinsi Papua Barat merevisi dokumen RAD-GRK dengan memasukkan sektor limbah dan energi sebagai sektor yang perlu dilengkapi sebagai satu kesatuan dalam upaya mitigasi penuruan emisi di Provinsi Papua Barat. (MC Papua Barat/fh/rd).

p_20161129_101722x

p_20161129_104249_hdrx

p_20161129_135003x_hdr

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>